Rabu, 26 Oktober 2011

Memburu Nyamuk

Akhir-akhir ini aku merasa terganggu dengan populasi nyamuk yang kayaknya semakin meningkat. Apalagi kalo malam tiba, nyamuk-nyamuk menyerbu aku yang seringkali melek seorang diri (biasalah, aku kan sukanya nonton TV sampe malam), akibatnya: nggak konsen nonton TV. Mau nonton dengan nikmat itu mustahil, selama ada nyamuk yang berdengung-dengung nggak jelas di sekitar telingaku. Daripada jengkel setengah mati, akhirnya selama iklan, kumulai pembalasan dendamku dengan membantai mereka.
Lumayan, melihat mereka menggelepar tak berdaya, aku merasa puas. Hohoho.... (bakat jadi psycho nih...)

Namun sayang seribu kali sayang, akibat ulahku, tanganku jadi merah-merah gara-gara saking semangatnya nyableki nyamuk. Yah, daripada tubuhku yang merah-merah, bentol-bentol, dan gatal-gatal gara-gara didigigt nyamuk....
Selain tanganku merah-merah, akibat lainnya adalah semut-semut berdatangan menyerbu nyamuk-nyamuk yang terkulai di atas lantai. Kayaknya mereka berasa di toserba dech.... Nyamuk-nyamuk bergelimpangan, mereka sibuk memilih dan mengangkut nya.
Hmmm.... Mungkin kalo dijadiin dialog, kayak gini:
Semut 1: "Ayo, ayo... borong semuanya...."
Semut 2, 3, 4: "Siap...."
Semut 5: "Bos, ada yang masih hidup nich."
Semut 1: "Udahlah, angkut aja, nanti kan mati sendiri...."
Nyamuk A (meronta-ronta dalam dekapan semut 5): "Jangan.... Jangan seret aku...."
Semut 5: "Hush, kamu diem aja!"
Nyamuk B (dalam keadaan setengah sadar, bersiap terbang lagi): "Sudahlah A, nurut aja, emang takdirmu kayak gitu...."
Nyamuk A(masih meronta-ronta): "Huhuhu.... Jangan.... Ampun...."
Demikianlah, akhirnya nyamuk A diseret ke liang di bawah korden yang menutupi jendela. Ia masih berteriak-teriak histeris. Tidak sama halnya dengan Nyamuk B yang bersiap lepas landas, namun akhirnya tanpa sempat berteriak kuakhiri hidupnya.

Saking dendamnya kepada para nyamuk yang kecepatan berkembang biaknya melebihi kecepatan pertumbuhan penduduk Indonesia, aku memutuskan membeli obat nyamuk semprot yang berisi 400ml (itu ada bonus 20%nya lho...) rasa green tea.
Asyikkk.... Aku akan puas membasmi mereka. Hohoho....

Kemarin siang , aku merazia dapur. Banyak korban berjatuhan. Herannya , kalo malam tempat itu malah sepi dari nyamuk. Mungkin mereka mulai mencari mangsa ya????
Lalu hari ini aku kembali merazia tempat itu. Wow, mereka kelihatannya sedang bersantai-santai seolah-olah pembantaian kemarin siang tidak pernah terjadi.
Langsung saja aku semprot mereka. Wuah, mereka melarikan diri!!! Kukejar mereka sampai ke lorong. Wush.... Aroma green tea menguar di udara. Namun masih banyak dari mereka yang cukup kuat pergi ke ruang depan. Hohoho.... Mereka tak menyadari, bahaya yang lebih mengancam daripada senjataku ini. Kalau senjataku, paling-paling mereka akan keracunan dan mati dengan tubuh kaku. Tapi jika mereka tertangkap sekutuku di ruang depan, jenasah dengan kondisi lengkap hanya akan jadi impian. Hahaha....
Sekitar dua jam aku memburu mereka, alhasil, ruang depan, koridor, dan dapur menjadi penuh bangkai nyamuk. Bahkan kamar-kamar yang tidak kusemprot pun ada bangkainya.
Hmmm.... Puas sekali.... Semoga malam ini aku terbebas dari siksaan gigitan mereka....

Kapuasan itu rupanya agak berkurang ketika sekarang hotspotan, aku lupa membawa minyak kayu putih. Akibatnya nyamuk-nyamuk di habitat Gazebo B4 menyerbuku dengan ganas. AAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHHH.........!!!!!!!!!