Rabu, 02 November 2011

Confessions

Pada awalnya, aku agak-agak bingung nonton film ini. Tapi gara-gara penasaran plus dikompor-kompori Rarat, jadinya aku maksa nonton meski udah ngantuk. Hehehe....

Katanya Rarat, Confessions bener-bener seleraku, yaitu film psycho. Wow.... Langsung aja mataku berbinar-binar. Habis nonton The Haunted School, aku langsung aja stripping nonton tuh film ditemani Ihda dan Retno, padahal udah jam 2 pagi. Huikz....

Oke, inilah sinopsisnya (maaf jika ada kesalahan, harap maklum, saya nggak terlalu paham bahasa Inggris ^^;)....

Seorang guru SMP, Yoko Moriguchi di depan kelas 1B mengatakan bahwa kejadian tragis yang menimpa anaknya beberapa waktu lalu bukanlah kecelakaan, namun suatu kejadian pembunuhan. Dia sangat dendam, karena sekejam apapun perbuatan pelaku, mereka tetap dinyatakan tidak bersalah karena berlindung di bawah Undang Undang di Bawah Umur.
Ya, pelaku pembunuhan anakya (yang dinyatakan sebagai kecelakaan) adalah siswa SMP, tepatnya siswa kelas 1B tempatnya berdiri saat ini. Moriguchi-sensei menyatakan bahwa beliau telah mengetahui siapa saja pelaku kejahatan tersebut, kemudian beliau juga memberikan ciri-ciri identitas pelaku. Lalu, yang sangat mengejutkan, Moriguchi-sensei juga menyatakan bahwa beliau telah memberikan susu kotak yang telah tercemar virus HIV kepada si pelaku. Kontan saja suasana kelas menjadi ricuh. Seorang siswa, Shuya, segera berlari keluar dari kelas.

Semester baru telah hadir. Mizuki Kitahara yang akrab dipanggil Mizuho, sangat kecewa dengan pengakuan yang diungkapkan oleh Moriguchi-sensei karena, Naoki jarang masuk sekolah dan Shuya menjadi korban penindasan oleh siswa-siswa di kelas.
Oleh seorang guru, Mizuho disuruh untuk membujuk Naoki agar masuk sekolah lagi. Namun setiap datang, ia diusir oleh ibu Naoki.
Ketika semua siswa membenci Shuya, ternyata hanya Mizuho yang tidak ikut-ikutan. Sehingga dia dipaksa mencium Shuya, mungkin agar dia tertular virus HIV. Berkat kejadian itu, dia malah bisa dekat dengan Shuya.

Di rumah Naoki, ibunya bingung akan perubahan sikap putranya. Beliau sering melihat anaknya mencuci perabotan, dan menggosok kloset kamar mandi dengan sekuat tenaga. Naoki juga tidak mau dekat-dekat dengan ibunya. Bahkan, ia tidak mau mandi ataupun ganti baju. Ibunya sangat frustasi, dan membenci tindakan Moriguchi-sensei yang menurutnya terlalu menyudutkan anaknya. Beliau menganggap kejadian yang menimpa anak Moriguchi-sensei hanyalah kecelakaan semata.
Suatu hari, ibu Naoki dengan memberanikan diri membersihkan tubuh Naoki yang sedang tertidur. Namun, ketika bangun, Naoki menjerit-jerit histeris.

Naoki merasa jika dia bisa mematuhi perintah Shuya, maka dia tidak akan diremehkan lagi, sehingga dia akhirnya melemparkan tubuh Manami (putri Moriguchi-sensei)yang hanya pingsan karena tersengat listrik (hasil eksperimen Shuya).
Ketika mendengar bahwa ia telah meminum susu yang tercemar virus HIV, ia sangat panik dan takut kapan ajal akan datang menjemput. Naoki menghindari ibunya, agar beliau tidak tertular virus HIV yang diidapnya. Dia juga sering berteriak-teriak sendiri. Singkat kata, Naoki stress.
Melihat dirinya yang tampak rapi dan bersih, Naoki mengira dia sudah mati dan ada di surga. Namun ketika melihat kenyataan bahwa dia ternyata masih hidup, dia malah semakin histeris.

Shuya ingin menjadi pusat perhatian. Namun, hasil penemuannya malah hanya menjadi sebuah artikel kecil di surat kabar, karena artikelnya tertutup oleh kejadian pembunuhan. Ia pun merencanakan tindak kriminal dengan dibantu Naoki.
Demikianlah awal mula kejadian pembunuhan putri Moriguchi-sensei.

Bagaimana kisah cinta Mizuho dan Shuya?
Bagaimana cara ibu Naoki mengatasi masalah putranya?
Apakah Naoki benar-benar mengidap HIV?
Mengapa Shuya menjadi sangat terobsesi menjadi terkenal?
Silakan menonton Confessions....